"mulih !"

Sekolah Ini Akan Menjadi Tempat, Kembalinya Identitas Sang Pemilik Entitas Bangsa

Sekolah Dasar Alam Budaya Nabawadatala

&

- NABAWADATALA LIVING MUSEUM -

NPNM : 32.11.K.06.03.69

Etnoedukasi

Menyelaraskan pelajaran formal dengan nilai nilai keluhuran budaya bangsa

Ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual (keagamaan), moral dan interaksi sosial dengan masyarakat sekitar untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berakhlaq mulia serta memiliki toleransi tinggi dalam keberagaman.

Belajar langsung dari seorang yang memiliki keahlian khusus di bidangnya.( Bahasa, Sastra, Sosial, Politik, Pertanian, Teknologi, Seni

Lingkungan Sekolah

(Agamis, Unik, Estetik, Nyaman & Aman)

Belajar Bersama Maestro
MULTI BAHASA

Indonesia - Jawa - Inggris - Arab - Jepang

Konservasi ALAM &
Preservasi BUDAYA

Memberikan pemahaman dan kesadaran yang mendalam bahwa perilaku/mental positif yang dibangun berdasarkan nilai-nilai keluhuran adat dan budaya, akan berdampak pada terpeliharanya alam (tanah, air dan udara).

PERTAMA di INDONESIA

KEGIATAN KAMI

IKUTI FESTIVAL ANAK ALAM BUDAYA DAN DAPATKAN PENDANAAN PENDIDIKAN GRATIS DI SEKOLAH DASAR ALAM BUDAYA NABAWADATALA

PENDIDIKAN GRATIS INI DISELENGGARAKAN OLEH YAYASAN PANCALOKA KABUYUTAN NABAWADATALA

Tentang Sekolah Kami

Sekolah dengan konsep alam budaya yang pertama di Indonesia ini memiliki konsep yang unik, estetik dan otentik,.. bagaimana tidak? sekolah ini memiliki fasilitas museum hidup (living museum) yang koleksi material culture dan living culturenya merefleksikan kehidupan masyarakat jawa kuno abad 7-8 M,

Gian Giartha adalah sosok dibalik berdirinya Sekolah Alam Budaya Nabawadatala ini dan dalam tujuannya untuk mencapai Karta , perjalanan Karsa dan Karyanya ini didukung oleh 'Buya Agus Muslim (GusMus) sebagai tokoh kebudayaan di Jawa Barat.

Sekolah Alam Budaya ini berada dalam naungan Yayasan Pancaloka Kabuyutan Nabawadatala yang merupakan manifestasi dari sebuah kecintaan pada Illahi, alam semesta dan nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa.

Kami mengintegrasikan museum dengan sekolah, sebagai upaya kami untuk dapat menampilkan kembali bukti keluhuran nilai-nilai kehidupan dimasa lampau, agar menjadi tambahan pengetahuan serta pengalaman unik, estetik dan otentik sebagai reflector atas semua proses kegiatan belajar mengajar di sekolah alam budaya yang pertama di Indonesia ini.

“Sejarah itu seperti pegas , sejarah adalah busurnya dan kita anak panahnya...semakin kuat kita menariknya kebelakang, semakin jauh kita melesat kedepan”.

( Gian Giartha/Ketua Yayasan Kabuyutan Pancaloka Nabawadatala )

Menerapkan kesadaran alam dan nilai budaya dalam pendidikan bukan sekadar materi hafalan, melainkan upaya membentuk karakter yang "ngerti asale, weruh parane" (tahu asal-usulnya)

Pendidikan harus mengajarkan bahwa manusia adalah penjaga alam, bukan mencetak anak hingga pintar saja lalu menjadi manusia yang merusak. Kecerdasan sejati adalah kecerdasan yang membawa harmoni bagi lingkungan. Pola beberapa lembaga Pendidikan yang mencabut anak dari akar budayanya akan membuat mereka kehilangan arah dan identitas di tengah arus globalisasi.

Sekolah bukan hanya tempat mencari nilai angka, tapi tempat menanamkan adab (etika) dan rasa hormat terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan. Sejak dini, siswa harus sadar bahwa kerusakan alam hari ini akan menjadi bencana yang mereka tuai di masa depan.

Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang menghasilkan manusia yang cerdas otaknya (pinter), halus budinya (bener), dan peduli pada buminya (mulya).

Sekolah Kami Memiliki 3 (tiga) Pilar yang Tinggi dan Landasan yang Mendalam Sebagai Metode Pembelajaran

(Bukan Sekadar Seremonial)

DEEP LIVING

· Membangun Akhlaq dan Karakter Budaya Bangsa Yang Kuat :

Nilai budaya adalah jangkar moral di tengah perubahan global.

DEEP ECOLOGY

· Pencegahan Kerusakan Alam : Kesadaran lingkungan sejak dini membantu mencegah kerusakan alam yang lebih parah.

DEEP MENTAL ATTITUDE

· Identitas & Entitas Nasional: Pendidikan berbasis kearifan lokal (adat & tradisi) mengembalikan identitas budaya generasi muda.

Integrasi pada kesadaran akhlaq, alam dan budaya secara mendalam menjadikan pendidikan tidak hanya mencetak manusia pintar, tetapi juga manusia yang becik (baik) perilakunya terhadap Tuhan, sesama, dan alam semesta.

karena, sekolah kami tidak mencetak tapi menemani anak-anak kita tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang berakhlaq dan berkarakter unggul.

Metode Kami

Dengan sponsor/donasi yang Anda berikan, sekolah ini akan menjadi tempat kembalinya identitas bagi sang pemilik entitas bangsa

BUDAYA GOTONG ROYONG Membangun Partisipasi Untuk Pendanaan Pendidikan Sekolah Alam dan Budaya